Selasa, 03 Februari 2015

aku hadir (lagi)

maaf :)
Pertemuan yang begitu meyakinkan, hingga terjalin apa itu yang dinamakan dengan sebuah P-E-R-S-A-H-A-B-A-T-A-N. Dan entah mengapa, semua memuai, hingga Puisi ini tak lagi untukmu.......

Dan ketika aku melihat cayaha ketenangan ari sorot matamu
untuk waktu yang entah bagaimana mampu melesatkan harapan yang pernah redup

kepercayaan yang begitu tenang
cara menunggu yang kau tunjukkan

ada hal yang menarik dari itu semua
bahwa mata yang tulus dan hati yang selalu sabar tak pernah kalah

dari ribuan detik yang berlalu hingga membuatmu sakit karena menunggu
Maafkan diri ini....
asal kau tetap memandang langit dari bumi...
kau tetap memiliki harapan

dan Tuhan tak pernah ingkar dengan janjiNya
bahwa orang yang sabar menunggu akan mendapatkan kenikmatan yang luar biasa :) 

Surakarta, 11 Januari 2015