![]() |
| my collection Ig |
Ah,
akhir-akhir ini radak melankolis. Aku
ndak tahu harus mulai coretan ini
darimana. Sejak 8 Februari yang lalu berlalu, kita beneran beda. Atau memang
kau yang sudah berbeda namun aku yang selalu curiga pada hatiku. Curiga. Iya
hatiku curiga, jangan-jangan aku tak sungguhan focus pada mimpi-mimpiku. Sibuk
merindukanmu kala pagi mengintip. Sibuk memasang ‘alarm’ berharap kau juga
merasakan yang sama. Namun hari ini aku benaran sadar!. Kau sungguhan berbeda.
Ruang kolom kecil di layar hp saja
hanya bersimbol gambar kau tersenyum. Ah, aku bukan pakar emoticon!. Tak ada
pembiaraan yang serius memang. Namun bukankah kau masih supel seperti dulu?.
Atau kau mulai membenciku? Tidak, aku tidak menuduhmu dengan sembarang
prasangka. Sungguhan. Akhir-akhir ini ruang kita, eh bukan, ruangku maksudnya
mulai kau abaikan. Bagaimana? Benarkan?. Atau kau mulai mempersilakan masuk
tamu yang kau inginkan berada di ruangmu? Begitukah? Baiklah, jujur saja aku sudah mulai damai dengan
hatiku, kau boleh mempersilakan masuk. Teramat boleh. Bukan menjadi keharusan
larangan untukmu mulai sekarang tentang ketidakbolehanku. Jadi, mulai sekarang
bagaimana kalau aku biarkan kau menjajah duniamu lebih luas tanpa aku harus
selalu merasa berharap kau sama? Eh maksudku tanpa aku merasa seperti harus
selalu menunggumu, iya. Kau kejar mimpi-mimpimu, aku juga akan mengejar
mimpiku. Meski aku tak tahu harus menunggu dengan model sukses yang seperti
apa. Tapi aku akan menunggu dengan model sukses yang kupunya. Meski tak ada
tempat menunggu selain di sini, ya menunggu kau dan aku sukses. Aku tak
mengharuskan kau sukses membuat hidupmu berwarna dengan model menungguku di
sini, namun kau harus sukses membuatku tersenyum lega dengan model menungguku
di sini. Ya, tersenyum lega ketika kau tak lagi sama.
