Bagiku
terlalu sulit bercerita tentang keadaan diri sendiri terhadap orang lain. Tak
apa bagiku menjadi seorang pendengar. Selama sesuatu yang aku dengar sangat
menyenangkan, menarik dan bisa menginspirasi. Seperti mayoritas anak perempuan,
ngerumpi begitulah cara mereka menyampaikan cerita tentang hidupnya. Dalam
hidup ini, kita berada pada berbagai macam bentuk perlakuan dari keluarga kita.
Bahwa kita sebagai anak kadang salah mengartikan perlakuan orangtua. Karena ada
sebagian orang tua dari kita yang tak pernah menjelaskan maksud dari
ketidakbolehan mereka. Bukankah begitu? Ketika kita menginjak remaja,
katakanlah pada masa SMP dam SMA. Menurut teori psikologi pada masa-masa inilah
seorang anak memiliki rasa penasaran yang kuat. Aku yakin kalian pernah
dilarang oleh orang tua atas sesuatu hal. Nah, inilah beruntungnya menjadi
seorang pendengar. Percaya tidak bahwa sebenarnya setiap orang itu punya cerita
yang hampir mirip hanya saja alur cerita, suasana hati dan tergantung dari
sikap kita yang membedakan. Namun intinya sama.
Di
sini bukan untuk membeberkan cerita seseorang, namun aku ingin menyampaikan
bahwa janganlah salah mengartikan ketidakbolehan orangtua. Ketika kalian
dilarang oleh orang tua, namun mereka tidak menjelaskan secara detail kepada
kalian. Janganlah kalian menganggap itu adalah bentuk perlakuan buruk kepada
kalian. Karena mungkin dari sebagian orangtua yang tidak mau menjelaskan secara
detail percaya bahwa suatu saat nanti anaknya akan tumbuh dengan pemikiran yang
dewasa. Begini, cerita dari temanku hamper sama juga dengan cerita tentang
hidupku. Pasti hamper sama juga dengan mayoritas anak perempuan. Pada masa-masa
remaja merasa terkekang, tidak boleh melakukan hal-hal diluar ketidakwajaran
menurut orangtua. Ya, dia bahkan meski hanya keluar dengan teman perempuannya,
tidak boleh tanpa orangtuanya yang mengantar.
Namun
ada cerita dari temannya yang tak kalah seru. Dimana ketika orangtua
mengajarkan dia tentang sesuatu ketidakbolehan dari mereka dan mereka percaya
penuh terhadap anaknya. Ya, seorang anak yang tumbuh dengan kepribadian yang
tomboy, keluar malam, gaya hidup yang mungkin jika dibandingkan denganku itu
tidak mungkin dilakukan oleh seorang anak perempuan. Tapi apa? Kenyataan mampu
menjaga dirinya. Nah, berarti menjadi pemikir yang seperti apakah kita, itu
tergantung cara orangtua mengajarkan kepada kita tentang hidup. Dengan
penyampaian tentang hidup dari orangtua kepada dia, dia menjadi sosok anak
perempuan dengan pemikiran yang hati-hati dan bijaksana. Benar-benar hebat, dan
hebatnya dia sukses. Begitulah, sebenarnya bentuk ketidakbolehan orangtua itu
adalah tiket kita menjadi orang yang baik. Jadi, bagi kalian yang masih SMP,SMA
janganlah melawan ketidakbolehan orangtua kalian selama itu adalah hal yang
baik buat kalian. Jadilah pribadi dengan pemikir yang baik. Karena setiap
perlakuan dari orangtua itu juga tergantung dari pribadi kita masing-masing.
Diberi kepercayaan oleh
mereka berarti mereka mempercayai bahwa kita telah menjadi pribadi yang dewasa
dengan pemikiran yang hebat. Karena jika kalian salah mengartikan
ketidakbolehan mereka, jiwa kalian itu masih jiwa labil. Kalian hanya perlu
menerima dengan pemikiran yang positif. Dengan bertambahnya umur suatu saat
kalian akan sadar. Bahwa mereka melakukan hal tersebut demi kebaikan kalian.
Karena jangan sampai dengan ketidakbolehan mereka menjadikan kalian salah jalan
dan keliru menjadi pemikir yang hebat. Seperti inilah cerita yang aku kemas,
karena bagiku mendengar cerita orang lain itu sangat menyenangkan dan menarik.
Dan salah satu wujud kebisaanku yaitu hanya mampu menorehkan setiap kata lewat
tulisan. Maka semoga siapapun yang membaca mendapat “sesuatu” yang bermanfaat
dari sini.