Rabu, 18 Juni 2014

Ketidakbolehan = Tiket Kebaikan



Bagiku terlalu sulit bercerita tentang keadaan diri sendiri terhadap orang lain. Tak apa bagiku menjadi seorang pendengar. Selama sesuatu yang aku dengar sangat menyenangkan, menarik dan bisa menginspirasi. Seperti mayoritas anak perempuan, ngerumpi begitulah cara mereka menyampaikan cerita tentang hidupnya. Dalam hidup ini, kita berada pada berbagai macam bentuk perlakuan dari keluarga kita. Bahwa kita sebagai anak kadang salah mengartikan perlakuan orangtua. Karena ada sebagian orang tua dari kita yang tak pernah menjelaskan maksud dari ketidakbolehan mereka. Bukankah begitu? Ketika kita menginjak remaja, katakanlah pada masa SMP dam SMA. Menurut teori psikologi pada masa-masa inilah seorang anak memiliki rasa penasaran yang kuat. Aku yakin kalian pernah dilarang oleh orang tua atas sesuatu hal. Nah, inilah beruntungnya menjadi seorang pendengar. Percaya tidak bahwa sebenarnya setiap orang itu punya cerita yang hampir mirip hanya saja alur cerita, suasana hati dan tergantung dari sikap kita yang membedakan. Namun intinya sama.
Di sini bukan untuk membeberkan cerita seseorang, namun aku ingin menyampaikan bahwa janganlah salah mengartikan ketidakbolehan orangtua. Ketika kalian dilarang oleh orang tua, namun mereka tidak menjelaskan secara detail kepada kalian. Janganlah kalian menganggap itu adalah bentuk perlakuan buruk kepada kalian. Karena mungkin dari sebagian orangtua yang tidak mau menjelaskan secara detail percaya bahwa suatu saat nanti anaknya akan tumbuh dengan pemikiran yang dewasa. Begini, cerita dari temanku hamper sama juga dengan cerita tentang hidupku. Pasti hamper sama juga dengan mayoritas anak perempuan. Pada masa-masa remaja merasa terkekang, tidak boleh melakukan hal-hal diluar ketidakwajaran menurut orangtua. Ya, dia bahkan meski hanya keluar dengan teman perempuannya, tidak boleh tanpa orangtuanya yang mengantar.
Namun ada cerita dari temannya yang tak kalah seru. Dimana ketika orangtua mengajarkan dia tentang sesuatu ketidakbolehan dari mereka dan mereka percaya penuh terhadap anaknya. Ya, seorang anak yang tumbuh dengan kepribadian yang tomboy, keluar malam, gaya hidup yang mungkin jika dibandingkan denganku itu tidak mungkin dilakukan oleh seorang anak perempuan. Tapi apa? Kenyataan mampu menjaga dirinya. Nah, berarti menjadi pemikir yang seperti apakah kita, itu tergantung cara orangtua mengajarkan kepada kita tentang hidup. Dengan penyampaian tentang hidup dari orangtua kepada dia, dia menjadi sosok anak perempuan dengan pemikiran yang hati-hati dan bijaksana. Benar-benar hebat, dan hebatnya dia sukses. Begitulah, sebenarnya bentuk ketidakbolehan orangtua itu adalah tiket kita menjadi orang yang baik. Jadi, bagi kalian yang masih SMP,SMA janganlah melawan ketidakbolehan orangtua kalian selama itu adalah hal yang baik buat kalian. Jadilah pribadi dengan pemikir yang baik. Karena setiap perlakuan dari orangtua itu juga tergantung dari pribadi kita masing-masing.
Diberi kepercayaan oleh mereka berarti mereka mempercayai bahwa kita telah menjadi pribadi yang dewasa dengan pemikiran yang hebat. Karena jika kalian salah mengartikan ketidakbolehan mereka, jiwa kalian itu masih jiwa labil. Kalian hanya perlu menerima dengan pemikiran yang positif. Dengan bertambahnya umur suatu saat kalian akan sadar. Bahwa mereka melakukan hal tersebut demi kebaikan kalian. Karena jangan sampai dengan ketidakbolehan mereka menjadikan kalian salah jalan dan keliru menjadi pemikir yang hebat. Seperti inilah cerita yang aku kemas, karena bagiku mendengar cerita orang lain itu sangat menyenangkan dan menarik. Dan salah satu wujud kebisaanku yaitu hanya mampu menorehkan setiap kata lewat tulisan. Maka semoga siapapun yang membaca mendapat “sesuatu” yang bermanfaat dari sini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar