Setelah sekian lama, aku pikir senyuman dan tangisan satu
tahun sebelum semester ini (baca: semester 3) akan berlalu. Bagian kenangan
yang terlintas saat aku melewati lorong demi lorong waktuku. Kenangan tangis,
rasa sakit, senyuman, candaan hanya mengendap beberapa bulan. Dan kini aku
kembali. Aku kembali menjalani hari dimana kau selalu terlihat di bayang
mataku. Pada suatu hari, aku memutuskan mengalihkan bayangmu bersama senja. Namun
senja remang yang begitu indah ternyata kau memilikinya juga. Hingga senja
nyata yang sering aku tunggu dan kagumi kala melihatnya tak perlu lagi
kulakukan. Karena senja kini adalah dirimu. Boleh jadi, aku selalu menunggumu. Sama
seperti aku menunggu senja. Dimana saat aku mulai melihatmu, kau sama
spesialnya dengan senja. Bahkan kau lebih mengangumkan dari senja. Entahlah,
begitu banyak senja yang menghempaskan segala indahnya, namun hanya senja yang
sama, aku mampu menatapnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar