Selasa, 16 September 2014

Senja yang sama

Setelah sekian lama, aku pikir senyuman dan tangisan satu tahun sebelum semester ini (baca: semester 3) akan berlalu. Bagian kenangan yang terlintas saat aku melewati lorong demi lorong waktuku. Kenangan tangis, rasa sakit, senyuman, candaan hanya mengendap beberapa bulan. Dan kini aku kembali. Aku kembali menjalani hari dimana kau selalu terlihat di bayang mataku. Pada suatu hari, aku memutuskan mengalihkan bayangmu bersama senja. Namun senja remang yang begitu indah ternyata kau memilikinya juga. Hingga senja nyata yang sering aku tunggu dan kagumi kala melihatnya tak perlu lagi kulakukan. Karena senja kini adalah dirimu. Boleh jadi, aku selalu menunggumu. Sama seperti aku menunggu senja. Dimana saat aku mulai melihatmu, kau sama spesialnya dengan senja. Bahkan kau lebih mengangumkan dari senja. Entahlah, begitu banyak senja yang menghempaskan segala indahnya, namun hanya senja yang sama, aku mampu menatapnya.