Percayalah, kampung kesedihan selalu berlalu.
Subhanallah, menghargai sesuatu termasuk hal yang teramat
sulit juga(ternyata). Karena di dalam kata menghargai terselip satu kata,
adalah “IKHLAS”. Bagaimana mungkin tidak sulit, ikhlas menerima harus selalu
mencoba berdamai dengan ego kita. Sungguh, saya tidak menyalahkan siapapun
dalam berpendapat, merancang kegiatan. Saya juga tidak ingin selalu
mementingkan ego. Saya menulis ini, supaya hati ataupun rasa ingin yang besar
ini terbalut kelegaan. Barangkali, teman saya membaca ini, sungguh saya
menyayangi kalian semua. Waktu memang terus berjalan, bukan? Membawa kita dari
satu tempat ke tempat lain. Memisahkan raga yang telah lama bersama. Membuat
kita mengerti betapa, ketika kita telah nyaman dengan seorang sahabat dan harus
berpisah mengisahkan kenangan yang termat indah. Kenangan yang jika dikenang membuat
gundukan rasa “kangen”. Baiklah, saya hanya merasa tidak seberuntung kalian,
sahabat. Bergelut dengan keadaan?sungguh,
Saya tidak akan menang. Menelan ketidakbisaanku menikmati setiap candaan bersama kalian berarti aku harus
menghargai keadaan skenario dari Tuhan. Belajar memahami makna kata ikhlas. Pun
jika memang saya tidak bisa hadir, saya sungguh menginginkan bisa hadir,
bercerita dengan kalian di lain waktu. Karena rasa rindu yang termat besar sehingga
ego ini berkontraksi pada keadaan yang terhalang. Meski pertemuan yang
terencana ini untuk kedua kalinya saya tidak bisa hadir, saya sungguh berdoa
dalam hati. Semoga ego ini selalu luruh karena kenangan yang terukir amat
indah. Semoga untuk pertemuan kesekian kali, saya dapat hadir menikmati
candaan, senyum, dan cerita bersama kalian. Karena kampung kita tak akan pernah
sepi. Kampung yang dihuni beragam senyum,dan semangat yang luar biasa. Dimana
ketika kesediahan merenggut kebahagiaan maka akan ada kebahagiaan lain yang
menunggu. Percayalah, kampung kesedihan hanyalah ilusi, akan terus berlalu
seiring penghuni selau tersenyum. saya hanya percaya pada Tuhan, jikalau hari
ini banyak kesedihan yang membalut maka suatu hari nanti kebahagiaanlah yang
akan merobek balut kesediahan.
Allah Maha Adil. ketika saya tidak bisa menikmati canda tawa bersama sahabat yang telah lama tak berjumpa, kebahagiaan lain selalu menunggu. kita hanya perlu memberi kesempatan pada kebahagiaan lain, meski kadar kebahagiaan tersebut berbeda-beda.
![]() |
| acara refreshing bersama teman kampus |

Tidak ada komentar:
Posting Komentar