Tanpa
Harap
Hatiku memang tak tembus pandang
Namun bukan berarti tak bisa terasa
Kala seribu pilu menghujam tak
berdarah
Namun bukan berarti tak robek
terluka
Bahkan rintih suara kalbu tak
terdengar telinga manusia
Sungguh…
Jika kau teliti, mata inilah refleksinya
Adalah rasa yang lebih nikmat dari
secangkir kopi pait
Menelan sesak diantara paras
bersemangat
Bukan masalah kau berlagak baik
lantas setiap sembilu menghimpit
Hanya karena perkara kata harapan
dusta
Biar kuanggap ringan
Karena memang harapan dusta
terlanjur membuai
Biar kukorek habis
Karena memang manusia takkan puas
tanpa penyesalan
Surakarta, 1 Januari 2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar