Jurus
Andalan
Dalam ranah kehidupan, ada banyak hal yang akan tetap
menjadi misteri. Bahkan hidup, jodoh, dan mati pun tak ada satu manusia yang
dapat meramalkan. Satu hal yang menurut saya sangat misterius, sesuatu yang
nothing appear but we can feel all. Cinta.
Saya sempat kehilangan definisi
tentang cinta setelah mengerti, paham betapa mengerikannya dalam dunia pacaran.
Kebanyakan kalau dua anak manusia punya perasaan yang sama lantas mereka
menautkan dengan kata pacaran. Menurut saya, jika kalian yang punya perasaan
sama, lantas pacaran itu sebuah kesalahan. Kalian akan sama-sama membuat lubang
di hati masing-masing, membuat lara. Meski lubang lara ini beda dengan yang
punya perasaan namun tersimpan rapih di hati. Memendam perasaan tersebut bukan
lagi menjadi lara ketika kita mampu merajut pemahaman yang sopan. Namun,remaja
jaman sekarang banyak yang lalai ya, begitu juga dengan diri saya yang masih
jauh dengan kesempuranaan.
Mari taubat sahabat-sahabat yang cantik jelita.
Pacaran bukan solusi yang pantas diselenggarakan untuk ajang menyatukan
perasaan. Meski memendam perasaan pada lawan jenis menyakitkan, memendam perasaan
dan si dia sudah bersama yang lain, atau memendam perasaan dengan si dia yang
entah sekarang ada dimana. Kembali pada prinsip, cara kalian memandang perasaan
tersebut, lantas bagaimana kalian menyikapi perasaan tersebut melalui pemahaman
kalian dengan cara yang sopan. Well, sebagai manusia yang punya nalar
berperasaan tentu saya pernah merasakan.
Dan saya benar-benar kehilangan
definisi tentang apa yang saya rasakan. Perasaan yang apabila bertemu dengan si
dia senengnya minta ampun, perasaan yang apabila ngobrol-ngobrol sama si dia
asyiknya minta ampun, perasaan yang apabila gak ada si dia sepinya minta ampun.
Ketika logika saya bertanya, “kenapa bisa semenyenangkan itu?”.
Yah namanya
juga cewek, baru semenyenangkan segitu aja sudah naik tangga sampai anak tangga
ke-5 padahal anak tangganya ada 10, belum tentu juga yang punya tangga ngizinin
tangganya boleh atau tidak diinjak. Kalau sudah seperti ini, gawat. Tapi, pikir
dulu “cewek kalau gak merasa dikasih harapan tentu saja gak akan berharap”.
Well, pasti akan ada yang membuat pernyataan “nah, makanya jangan banyak berharap
atau jangan merasa kalau si dianya ngasih harapan”. Well, sebagai pihak hawa
saya tidak menyalahkan adam.
Kalau begitu para hawa, menata perasaan biar apik
sedemikian rupa itulah tugas kita. Biar kita tetap patuh dengan ajaran agama,
biar kita tidak terjerumus ke dalam kemaksiatan, dan biar kita tidak hanyut
dalam harapan-harapan yang kenyataanya kita telah keliru menyimpulkan. Jika
masih ada yang mempunyai pikiran “memendam perasaan itu menyakitkan”, saya
punya jurus. Ini bukan jurus ala naruto dengan jurus seribu banyangan, atau
jurus ala avatar aang dengan jurus pengendali angin, atau jurus ala-ala yang lain. Jurus ini saya
dapatkan dari sederet status di facebook, sederet penyataan orang yang lagi
galau.
Dan penyataan-penyataan tersebut
saya simpulkan menjadi “Jurus Pengendali Diri”. Kenapa jurus pengendali diri?,
katakan kita ngebet banget pengen makan mie ayam tapi di tengah malam. Pasti
warung mie ayamnya udah tutup. Harus tahan sampai besuk pagi baru bisa
menikmati enaknya makan mie ayam. Begitu juga perasaan, kalau kita ngebet keras
buat nunjukin perasaan padahal semua itu ada aturannya. Maka mari, kemasi
perasaan tersebut simpan rapih ditempat yang keren. Kita hanya perlu tersenyum
untuk sebuah rasa sakit, rasa gelisah, dan rasa harapan. Beri rasa-rasa gak
enak itu sebuah tembakan senyuman. Sembari menembaki rasa gak enak tersebut
dengan senyuman, sembari mengemasi perasaan tersebut dengan keren, mari kita
menjadi manusia yang lebih baik, siapa tahu orang yang telah kita pilih namun
Tuhan telah memilihkan lebih dari keinginan kita. Percaya saja pada skenario
Tuhan.
Ketika saya menulis artikel ini tiba-tiba gempa membuyarkan kosentrasi
saya. Saya ambil kesimpulan bahwa ketika kita merasa bahagia, senang dengan
dunia ini, kita harus tetap ingat “Tuhan punya kekuasaan yang jauh lebih hebat
untuk menghilangkannya”. So, jangan gelisah untuk sebuah perasaan, Tuhan selalu
ada dan Cinta terhadap Tuhanlah yang tak pernah menyisakan lubang. Tiada Tuhan
selain Allah. Barakallah :)
NB:
Semoga kalian menemukan jurus-jurus hebat yang lain.
Surakarta,
25 Januari 2014